Cari

Memuat...

Kamis, 26 Januari 2012

Exploring Petak Sembilan

Jalan-jalan ke Cina Town yuk...

   
Ceritanya saya mau menepati janji saya  keliling kota tua bersama keponakan saya, jadi liburan imlek minggu ini saya ikut program keliling Pecinan di wilayah Kota Tua.
Commuter line menjadi pilihan kami  berangkat menuju Stasiun Jakarta Kota. Sampai stasiun kota kami telat 30 menit dari waktu yang ditentukan. Setelah daftar ulang kami dibekali sebotol air mineral dan seekor (roti) anak buaya.. :D
~ buayanya nggak keburu difoto soalnya langsung pindah ke perut keponakan saya..:D ~


Sebelum perjalanan keliliing pecinan, kami disuguhi pertunjukan barongsai imut-imut berwarna biru dan diberikan amplop angpao. ~kalau yang ini ngga ada uangnya.. malah kita yang ngisi angpao-nya.. :)) ~


Perjalanan dimulai dari jalan Pintu Kecil ke jalan Perniagaan, jalan Kemenangan dan berakhir di Petak Sembilan. Sepanjang rute tersebut kami disuguhi bangunan kuno berarsitektur china yang masih tersisa, diantaranya gereja St. Maria de Fatima, yang konon dulu adalah sebuah rumah milik seorang kapiten berkebangsaan China yang akhirnya dijadikan sebuah gereja namun masih kental dengan arsitektur dan ornamen oriental-nya



Daaannn... Mumpung banyak temennya, masuk ke dalam kelenteng donk... he he he...  Kapan lagi.. ya khan...?? :P

Di kelenteng Toa Sebio dan Dharma Bhakti gak kuat berlama2 karena banyak asap yang bikin pedih mata dan sesak nafas akibat dari pembakaran hio orang2 yang bersembahyang.
Dan ada yang bikin saya salut.. Nggak cuma orang yang mau bersembahyang aja yang bikin kelenteng penuh.. Di halaman Kelenteng juga banyak warga sekitar yang sudah siap menunggu pembagian uang angpao yang baru akan dibagikan esok hari. Ckckck…


Setelah keponakan saya mengeluh capek & lapar... :P Perjalanan dilanjutkan kembali ke starting point melalui jalan Petak Sembilan. Katanya kalau siang hari, jalan ini merupakan pasar. Tapi... Ketika malam menjelang berubah menjadi cantik dengan nyala lampion merah sepanjang jalan.

Jalan berpayung lampion merah saya jadi teringat film cina klasik... ;)


Gaptek... ? Baca ini dulu... http://dinishanti.com/gaptek-wajib-baca-ini/?id=netbunda

Jumat, 13 Januari 2012

Iseng - Iseng




Kalau tidak ada kegiatan atau sedang menunggu teman, biasanya kamu melakukan apa?

Kalau saya sich biasanya membaca atau melihat orang yang lalu lalang, atau masuk ke toko buku.. Kalau ada toko buku di sekitar situ tentunya.. 
 
Tapi sekarang saya punya kegiatan baru.. Kalau lagi menunggu atau tidak ada kegiatan seperti itu, saya ambil kamera saya dan mulai mengambil gambar apa saja yang menurut saya menarik dan bagus. Contoh-nya beberapa gambar berikut.
  
Ceritanya suatu sore sehabis hujan, saya duduk di teras rumah bersama ibu saya. Ternyata ada beberapa pohon mawar di halaman dengan bunganya yang sedang mekar. Langsung saja saya bergaya ala fotografer amatiran, jepret sana jepret sini sampai saya mendapatkan gambar yang cukup memuaskan buat saya.




Juga ketika saya pergi melancong dan menunggu teman yang sedang belanja oleh-oleh untuk keluarganya. Ketika menunggu di luar toko, ada objek yang sebenarnya biasa saja tapi menurut saya menarik, saya ambil gambarnya dan hasilnya.. Voila...
 

 Mungkin buat kamu biasa saja, tapi buat saya cukup memuaskan hasrat jeprat jepret saya..

Say cheese....:D


Gaptek...? Baca ini dulu... http://dinishanti.com/gaptek-wajib-baca-ini/?id=netbunda


Kamis, 12 Januari 2012

Bukit Bengkirai

Awalnya sich saya penasaran lihat album foto temen-nya teman di FB.. :D
Setelah tanya sana sini ternyata nama tempatnya CANOPY BRIDGE yang berlokasi di Bukit Bengkirai, Kaltim.

Setelah berjuang cari tiket murah (kebayang khan susahnya dapat tiket murah di akhir tahun..) Alhamdulillah akhirnya berkesempatan menginjak bumi Kutai Kartanegara. 
Berhubung sampai Bandara Sepinggan sudah sore dan yang jemput juga kesorean, diputuskan hari itu langung istirahat saja.
Next morning, (setelah malas2 an tentunya) berangkat ke lokasi yg jaraknya 2 jam perjalanan dari kota Balikpapan. Sepanjang jalan, disuguhi pemandangan yang luar bisa dengan kontur jalan yg naik turun seperti lintasan jetcoaster (ini beneran lho.. sayangnya saya nggak sempat foto). 

Setelah ber-jetcoaster-ria sampailah di kawasan Bukit Bengkirai dengan suguhan pemandangan di pintu masuk berupa rumah panggung yang asri..

Pengen punya ini euy.. :)

 Setelah membayar tiket masuk kawasan Bukit Bengkirai dimulailah trek pendakian menuju CANOPY BRIDE (walaupun namanya bukit, tapi treknya tidak seterjal di Kaliurang - YK, pada saat saya ingin melihat kawah Gunung Merapi)

Ini baru setengah jalan lho... :D


Sepanjang perjalanan menuju puncak ditemani suara binatang hutan (sejenis serangga yang saya tidak tahu namanya) dan pemandangan pohon rotan, bengkirai, juga ada beberapa batang pohon besar yang roboh dan menutupi jalan sehingga harus di potong. 

Kata petugasnya sich masih ada juga sejenis monyet, tapi sampai saya pulang tidak menjumpai satupun jenis hewan itu.. Mungkin dia malu ya..

Dan.. inilah trek pendakian sesungguhnya.. Kalau sudah sampai di sini harus benar-benar diniatkan untuk sampai ke puncak tower.. :)

Jangan lupa untuk membaca petunjuk yang terdapat di sebelah kanan pintu masuk sebelum naik ke tower ya..

Setelah membayar tanda masuk, mulailah saya mendaki tower melalui tangga melingkar yang cukup memusingkan buat saya.. sehingga saya memilih trik untuk berhenti setiap lantai untuk membiasakan diri. Sampai akhirnya saya bisa mencapai puncak dan menyebrangi canopy bridge yang membuat saya iri itu sehingga memutuskan untuk melancong ke Balikpapan. 

 Berikut beberapa hasil jepretan ketika berada di anjungan di atas pohon.



 
 Saran saya, sebaiknya membawa minuman... 

Karena cukup melelahkan mendaki undakan sebanyak 10 lantai untuk tiba ke anjungan pertama. Dan jangan lupa kamera, supaya bisa mengabadikan hasil perjuangan untuk mencapai puncak serta keberanian berjalan menyebrangi jembatan antar pohon yng tingginya kira-kira 30 meter. ck ck ck :)



Teruss.. supaya tidak merasa ngeri ketika melintas di jembatan, usahakan untuk tidak melihat ke bawah jembatan, tapi fokus ke depan ke arah anjungan pohon berikutnya.

Kalau sudah berhasil mencapai puncak dan berjalan melalui jembatan gantung dari satu anjungan ke anjungan berikutnya, terasa dech excitement-nya dan semakin kagum atas ciptaan dan kebesaran-Nya. 
 

Note. 
Info lebih jelas tentang tempat wisata ini bisa dilihat di http://www.kutaikartanegarakab.go.id/index.php/tourism/kawasan_wisata_bukit_bengkirai/

 Jalan-jalan Gratis..? Di sini...