Tampilkan postingan dengan label Vihara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vihara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

Bandung 1 - Vipassana Graha

Crita kali ini ikutan one day trip bareng grup.. 
Harapannya ngerasain wiken yang beda dari biasanya. Kalau biasanya jadi Oshin.. skrg pengen ngerasain jadi traveller (ciee..cieee..)
Oiya, buat yg ngga tau Oshin itu apa bisa di lihat di sini

Dimulai dengan pagi buta standby di meeting point, trip diawali dengan registrasi ulang, dilanjut capcus dengan kendaraan sewaan menuju Bandung. Here, the sleeping continuous... Bangun-bangun uda di tol cipularang.. hihihi.. :D

Keluar tol Pasteur langsung mengarah ke Lembang menuju Vihara Vipassana Graha, yang lokasinya di sebelah kiri jalan. Masuk halaman vihara langsung terasa nyaman, karena sejuk dan asri.  Ngga salah kalau mottonya pusat meditasi.

Terdapat beberapa bangunan dalam komplek vihara ini, satu bangunan besar terletak di tengah komplek yang merupakan vihara utama dikelilingi empat buah vihara kecil dengan diorama Budha di dinding luar dan patung Budha di dalamnya, dan satu bangunan disebelahnya yang didalamnya berisi abu pembakaran jenazah.

Terdapat juga dua buah patung gajah putih dengan merupakan ciri khas dari vihara ini.

Pada tembok sisi yang mengelilingi vihara utama, terdapat diorama beserta penjelasannya mengenai perbuatan manusia di dunia beserta karmanya setelah mati.


Informasi mengeni Vihara ini bisa dilihat di sini


The entrance
White elephant statues at the front end.


One of vihara that sorrounding the main vihara.

Inside the main vihara
   

With thousands of the death ashes





Kamis, 08 Maret 2012

Ke Bogor

Halo.. Apa kabar semua... :)
Hari minggu kemarin saya jalan-jalan ke Bogor.. Guess kemana...??
Yup... Istana Bogor dan sekitarnya.. :)
 
Saya janjian dengan teman-teman dari Komunitas di Stasiun Bogor jam 8.30 pagi..
Ternyata, saya menjadi orang pertama yang sampai stasiun Bogor. Unexpected, cuaca yang tadinya cerah menjadi gerimis walaupun Gunung Salak masih bisa dilihat jelas kecantikannya.


Agak molor dari jadwal, perjalanan dari stasiun dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang Jl. Kapten Muslihat menuju Istana Bogor. Sepanjang jalan saya mengingat-ingat apa saja yang berubah sepanjang rute jalan menuju sekolah saya ini. Mulai dari Taman Topi sampai lampu merah SMAN/SMPN-1 tidak banyak yang berubah..  Kecuali.. Patung pak polisi yang di lampu merah itu udah nggak ada.. he he he..

Gereja Katedral Bogor (mempunyai nama paroki resmi Santa Perawan Maria) masih tetap terlihat gothic beserta kebruderannya. Gereja Zebaoth dikenal juga dengan nama "Gereja Ayam" karena patung ayam di puncak menaranya juga masih terlihat cantik dengan atap serta dindingnya yang unik . 


Tiba di pintu masuk Istana, kami sudah ditunggu oleh Pak Cecep yang akan bertugas memandu kami keliling Istana. Melewati pintu gerbang, kami disambut oleh sebongkah batu besar yang katanya didatangkan dari Karawang oleh Bung Karno untuk tujuan pembuatan patung. Sebenernya ada 2 bongkah batu,  tapi yang 1 sudah di pahat menjadi sebuah patung perempuan yang diberi nama Si Denok, yang satu lagi belum sempat dikerjakan karena Bung Karno keburu sakit dan akhirnya meninggal dunia. batu ini tetap disimpan sebagai bongkahan.


 


Di sebelah kiri jalan masuk menuju istana terdapat 3 blok musium yang menyimpan koleksi benda seni Bung Karno yang (katanya) sebagian besar berupa lukisan dan patung tanpa busana. sayang karena waktu yang terbatas kami nggak sempat masuk ke musium-musium ini.

Jelajah Istana dimulai dari sayap kiri kami memasuki bangunan dengan interior ruangan serba putih yang katanya untuk tempat menginap tamu negara setingkat menteri. Di dalam bangunan ini banyak terdapat lukisan perempuan termasuk diantaranya Ratu Sirikit. Lanjut ke bangunan utama, di dalam bangunan ini terdapat banyak lukisan-2 besar karya Basuki Abdullah yang dihadiahkan kepada Bung Karno, juga terdapat lukisan "The Russian Wedding". Selain itu juga terdapat ruang baca, ruang jamuan makan serta yang kaca seribu yang letaknya di pintu masuk ruang Garuda (katanya yang bercermin disini bisa awet muda lho..) Tapi saya khan memang masih muda jadi tidak ikutan bercermin.. he he he...



Selesai kami berkeliling bangunan utama, dan akan melanjutkan ke musium koleksi Bung Karno kami disambut dengan hujan yang cukup deras  sehingga kami duduk-2 dan berfoto di tangga istana sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu kami, Pak Cecep.

Nggak terasa setengah jam kami menunggu hujan reda, sehingga akhirnya kami tidak sempat mengunjungi musium karena schedule kami makan siang di Vihara Dhanagun (Hok Tek Bio) yang lokasinya tepat di seberang pintu masuk Kebun Raya Bogor. Sambil santap siang, kami diberi penjelasan tentang Vihara ini beserta sejarahnya.


Selesai ramah tamah di Vihara Dhanagun, kami lanjut ke Kebun Raya Bogor.. Dan bukan Bogor namanya kalau nggak hujan.. Jadilah kami jelajah kebun raya bogor dengan berpayung.. he he he..